Feature Story News

Kabar Dari Dua Orang Kawan Di akhir Juli , kantor Pantau di lantai empat di kawasan Kebayoran Lama, sedang ada kesibukan. Hari itu, ada ...

Nugie dan Wiwid

Kabar Dari Dua Orang Kawan

Di akhir Juli, kantor Pantau di lantai empat di kawasan Kebayoran Lama, sedang ada kesibukan. Hari itu, ada diskusi tentang konflik Sampit, Kalimantan Tengah. Baku hantam antara Dayak dan Madura. Dayu, seorang stafnya, sibuk membagikan lembaran bahan diskusi. Bonnie, wartawan Jurnal Nasional, sedang serius bercerita. Entah apa yang dibicarakan.

Ternyata, ada juga Budi Setiyono, alias Buset. Potongan rambutnya rada beda dengan biasanya. Biasanya belah tengah, kini belah pinggir. Sudah hampir dua bulan tidak melihat wajahnya. Biasanya, hanya telepon saja. “Kemane aje lu,” ujarnya dengan bahasa Betawi tapi logat Jawa tetap saja kentara.

“Wah ada makanan kampung nih,” ujar saya.

“Makan tuh tiwul,” timpal Bonnie. Makanan ini terbuat dari singkong.

“Ini makanan yang paling enak nih. Udeh tahunan gue nggak nyicipin lagi,” kata saya.

Tak lama kemudian, saya mendengar suara Nugie. Ia wartawan Bisnis Indonesia. Saya tidak menyangka ia ada di antara kami. Biasanya, membawa pacar dan selalu terlihat romantis. Terakhir bertemunya, di acara perkawinan Andreas Harsono dengan gadis keturunan Madura, Sapariah, beberapa bulan lalu.

Nugie keturunan dari Suku Banjar di Kalimantan Selatan. Ia tercatat sebagai kontributor Pantau. Jika ada asap rokok, Nugie kerap ketakutan. Orangnya kalem, tak banyak bicara, dan lebih banyak mesam-mesem. Di Jakarta, menjadi anak kost. Sudah punya pacar. Tak pernah lekatannya terlepas. Ia hanya berniat untuk menikahkan gadis itu.

“Kumpulin duit dulu lah, kawan,” tutur dia.

Di sela ngobrol dengan Nugie, tiba-tiba ada sosok lelaki yang nongol dari ruang kerja Pantau. Namanya Wiwid. Ia bekerja di salah LSM di Jakarta yang ngomongin hukum melulu. Logat Jawa-nya, kentara.

Terakhir saya bertemu dengannya, nyaris setahun yang lalu. Dia dengan LSM-nya memberikan kamar apartemen untuk orang Pantau saat pembahasan Rancangan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (RUPA) di Jakarta. Ia sudah menikah. Ia orang yang serius, tapi lebih banyak ingin membuat orang tertawa. Ia belum menjadi seorang ayah. “Belum ada anak, Man,” tuturnya.

0 komentar: