7.4.08
Terjepit Jaman

Dia terduduk tersendiri, hanya untuk mengais sesuap nasi bekas. Dia sudah pasrah, walau jaman akan menyingkirkannya. Tapi, siapa yang mesti disalahkan?
Sebenarnya, Siapa Yang Gila
Mereka dilahirkan untuk hidup, tetapi garis hidupnya bertempat yang tersisihkan. Mereka berbicara sendiri tanpa ada lawan bicara. Dijuluki sakit jiwa, bahkan orang gila. Kaum ini hanya bisa berdiam diri. Tidak selalu orang miskin yang menderitanya, tapi bisa diidap semua orang. Bahkan tidak disadari ada di samping kita sendiri.
Berdamai dengan Maut
Seorang lelaki terbaring lemah. Tak bisa menggerakkan tubuhnya. Matanya sayu seakan ada beban yang memberati kelopaknya. Ingin sekali berbicara, tapi dari bibirnya hanya mengeluarkan ludah berbusa. Hanya terdengar suara sayup-sayup sambil tangannya bergerak memberi isyarat.
Seorang lelaki terbaring lemah. Tak bisa menggerakkan tubuhnya. Matanya sayu seakan ada beban yang memberati kelopaknya. Ingin sekali berbicara, tapi dari bibirnya hanya mengeluarkan ludah berbusa. Hanya terdengar suara sayup-sayup sambil tangannya bergerak memberi isyarat.
Menanti Obituari
Rumah di pinggir Jalan Katamso, Sragen, Jawa Tengah, terlihat sunyi. Pintu yang terbuat dari kayu setinggi 1.5 meter, tertutup rapat. Dari luar, rumah itu nampak sederhana. Seluruh dindingnya terbuat dari kayu, bagian atapnya masih dengan genting model lawas yang kerap bocor.
Rumah di pinggir Jalan Katamso, Sragen, Jawa Tengah, terlihat sunyi. Pintu yang terbuat dari kayu setinggi 1.5 meter, tertutup rapat. Dari luar, rumah itu nampak sederhana. Seluruh dindingnya terbuat dari kayu, bagian atapnya masih dengan genting model lawas yang kerap bocor.
Memahat Keabadian
Satu lorong di Jalan Radio Muara, Jakarta Timur. Dua orang lelaki duduk di bangku plastik yang dudukannya ditempeli busa agar terasa empuk. Tangan kanannya menggenggam palu kecil yang diayunkan ke atas besi bermata tajam yang dipegang tangan kirinya, memahat granit datar. Matanya tajam mengamati setiap lekuk huruf yang dipahatnya. Sesekali ia meniup keras hasil pahatan untuk membersihkan serpihan halus granit.
Satu lorong di Jalan Radio Muara, Jakarta Timur. Dua orang lelaki duduk di bangku plastik yang dudukannya ditempeli busa agar terasa empuk. Tangan kanannya menggenggam palu kecil yang diayunkan ke atas besi bermata tajam yang dipegang tangan kirinya, memahat granit datar. Matanya tajam mengamati setiap lekuk huruf yang dipahatnya. Sesekali ia meniup keras hasil pahatan untuk membersihkan serpihan halus granit.
Pesta Zero di Embassy
Santai sambil mendengarkan musik cepat. Suasana seperti inilah yang terlihat di Embassy Club, Taman Ria Senayan, Jakarta Selatan. Di lantai dansa utama, suasana Embassy tak lebih sama dengan malam-malam akhir minggu sebelumnya. DJ setempat memainkan musik yang mengiringi klaber berjoget. Bartender sesekali menampilkan atraksi juggling yang cukup memukau dan jadi hiburan sendiri.
Santai sambil mendengarkan musik cepat. Suasana seperti inilah yang terlihat di Embassy Club, Taman Ria Senayan, Jakarta Selatan. Di lantai dansa utama, suasana Embassy tak lebih sama dengan malam-malam akhir minggu sebelumnya. DJ setempat memainkan musik yang mengiringi klaber berjoget. Bartender sesekali menampilkan atraksi juggling yang cukup memukau dan jadi hiburan sendiri.
Malam Bulgary Club
Bertambah satu lagi klab dimana para eksekutif muda dapat berkumpul bersama mitra bisnis atau hanya sekadar melepas kepenatan setelah disibukkan dengan pekerjaan. Bertambahnya klab-klab malam ini, memang sesuai dengan kebutuhan para eksekutif muda yang dinamis dan memerlukan tempat untuk meeting atau bersantai serta menikmati malam.
Bertambah satu lagi klab dimana para eksekutif muda dapat berkumpul bersama mitra bisnis atau hanya sekadar melepas kepenatan setelah disibukkan dengan pekerjaan. Bertambahnya klab-klab malam ini, memang sesuai dengan kebutuhan para eksekutif muda yang dinamis dan memerlukan tempat untuk meeting atau bersantai serta menikmati malam.
Aroma Cigar dan Glenlivet
Melangsungkan pertemuan dengan suasana santai setelah jam kantor belakangan ini menjadi tren masyarakat metropolitan sepertiJakarta . Lounge-lounge eksklusif yang biasa menjadi tempat bertemunya para CEO dari sejumlah perusahaan nasional hingga multi nasional terlihat penuh.
Melangsungkan pertemuan dengan suasana santai setelah jam kantor belakangan ini menjadi tren masyarakat metropolitan seperti
Geletar Manja Pinkan Mambo
Tempat dugem V2 Pub Lounge Karaoke Jakarta, sudah dipenuhi klaber. Iringan musik cepat yang dimainkan seorang DJ pria, membangkitkan adrenalin untuk menikmatinya sambil bergoyang. Sambil menikmati musik, mereka menanti puncak acara yang dijanjikan panitia. Ya. Malam itu, suasana pesta akan dimeriahkan penyanyi kenamaan ibukota, Pinkan Mambo.
Tempat dugem V2 Pub Lounge Karaoke Jakarta, sudah dipenuhi klaber. Iringan musik cepat yang dimainkan seorang DJ pria, membangkitkan adrenalin untuk menikmatinya sambil bergoyang. Sambil menikmati musik, mereka menanti puncak acara yang dijanjikan panitia. Ya. Malam itu, suasana pesta akan dimeriahkan penyanyi kenamaan ibukota, Pinkan Mambo.
Diposting oleh
Rusman
di
10:06 PM
0
komentar
GOD BLESS
Matahari baru saja kembali ke peraduannya. Lelaki perokok Sampoerna Mild menthol itu duduk santai di kursi berkain putih. Celana pendek dan kaos hitam membalut tubuhnya yang cengkar. Rambutnya klimis tipis. Kerut menghiasi wajahnya. Ia tak muda lagi, sudah 55 tahun.
Diposting oleh
Rusman
di
10:05 PM
0
komentar
Subscribe to:
Posts (Atom)
