Header Ads

13.1.08

Aksi 24 Jam DJ Milinka

Gadis cantik mengenakan kaos singlet berwarna kuning ini, terlihat lihai memainkan alat musik disk jockey (DJ) hanya dengan sentuhan jarinya. Sesekali tubuhnya bergoyang terhanyut irama mainan musiknya sendiri. Di hadapan pengunjung yang menikmati permainan DJ-nya, dia banyak tersenyum. Ia bernama Milinka.

Hari itu, Sabtu (17/11) sedang ada perhelatan karier solo DJ Milinka dalam event bertajuk 24 hours of Milinka Dj & DVJ Set di Hotel, Pub & Karaoke K7 di kawasan Jakarta Kota, Jakarta Utara. Di acara ini, Milinka didaku memainkan musik DJ 24 jam nonstop di tiga ruangan K7 secara bergantian.

Milinka didaulat memainkan musik DJ sejak pukul 16.00 (17/11) hingga pukul 16.00 (18/11). Dia tidak sendiri. Sekitar 44 DJ dan DVJ (Disk Video Jockey) negeri ini ikut menyemarakkan acara Milinka 24 jam bermusik DJ. Ada Mickey Moran, K Spacey, Rambo Digital, Dina, Radit Electro Junkie, dan puluhan kelompok DJ lainnya.

Pada pembukaan acara ini, Milinka langsung menggeber kemampuannya di Ibiza Club. Semua pengunjung langsung menikmati permainan musiknya. Lampu warna warni langsung menyorot bergantian mewarnai seluruh isi ruangan. Pengunjung bergoyang dengan ditemani minuman beralkohol—sesuatu yang bukan hal yang aneh lagi. Situasi ini semakin memotivasi Milinka memacu kepiawaiannya.

Dua jam di Ibiza Club, Milinka langsung berpindah ke Garden Terrace. Tempat ini di lantai tiga K7 yang berada di luar ruangan. Cuaca malam seakan mendukung kemampuan Milinka. Di sini, terasa dingin oleh angin malam. Pengunjung memutari panggung kecil untuk Milinka dengan sorotan lampu ke arahnya.

Pukul 21.45 WIB, dia berpindah ruangan ke K7 Room Terrace. Ruangan ini rada sempit dibandingkan dua tempat sebelumnya. Posisi perangkat DJ yang dimainkan Milinka, berada di panggung mimbar yang sekira tingginya 3 meter.

Selama perpindahan itu, tak ada waktu Milinka beristirahat. Dia langsung memainkan musik DJ yang sudah disiapkan. Untuk makan dan minum, disantap bersamaan dia memainkan musiknya.

“Persiapan untuk event sudah tak ada masalah. Untuk fisik, saya siapkan waktu dua bulan dan untuk musiknya, saya siapkan waktu hanya tiga hari. Bagi saya, ini sudah terbiasa. Mudah-mudah semua bisa dilaluinya,” ujar Milinka kepada saya sambil berjalan dari Garden Terrace menuju K7 Room Terrace.

Nama Milinka sebagai DJ solo perempuan di negeri ini, sudah tak asing lagi. Gadis peranakan Yugoslavia-Indonesia ini memulai kariernya pada November 2005 dengan grup Electric Barbarellas. Dia mantan kontingen wakil Jakarta pada ajang pemilihan Putri Indonesia tahun 2004. Pernah mendapat award sebagai Best Rookie DJ 2006 oleh Paranoia Award, dan yang baru saja diraihnya Best Rookie dan Best Female dari Redma Award pada 2007.

Khusus untuk acara ini, Milinka mengatakan perlu stamina dan menjaga kondisi kesehatannya. Dia pun, dengan terpaksa membopong semua koleksi piringan disk yang akan dimainkan. “Saya membawa dua tas besar. Semua koleksi disk sudah terbagi-bagi di setiap room dan tinggal mainkan saja,” ujarnya.

Penampilan Milinka di ajang ini, sebenarnya direncanakan untuk masuk ke dalam agenda Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai pemain DJ solo selama 24 jam nonstop. Sayangnya, rencana itu gagal.

Menurut RLand dari Hdm Project sekaligus Manajer Milinka, pihak Muri sulit dihubungi. Pada hari dimana Milinka beraksi, baru ada kabar dari Muri. “Kita akan coba bikin event yang sama, dan Muri bersedia memenuhi undangan untuk menyaksikan langsung permainan DJ solo Milinka,” ujarnya.

Edhi Sumadhi, Country Manager Pernod Ricard Indonesia mengemukakan, penampilan DJ Milinka untuk kemajuan kariernya solonya, perlu mendapat apresiasi dari banyak pihak. Khususnya para perusahaan yang bergerak di dunia hiburan. Karena, dia satu dari banyak DJ perempuan yang piawai memainkan musik.

“Nama Milinka sudah tidak asing lagi. Dia DJ yang kami anggap terbaik yang ada di negeri ini. Apalagi, dia DJ yang bermain solo karier yang tidak semua bisa dilakukan oleh DJ lainnya,” ujarnya.

Esok hari menjelang berakhirnya kepiawaian DJ Milinka, perempuan ini masih terlihat segar. Sentuhan jarinya pada tuts mesin DJ, masih terlihat lihai. Begitupun saat dia mengambil koleksi piringan disk dari tasnya. Dia masih tersenyum dan terus bergoyang mengikuti irama musiknya sendiri. Tak ada raut lelah dari wajahnya. Sepertinya menjadi DJ sudah menjadi panggilan hidupnya.

1 comment:

Anonymous said...

edan tenan
ra katokan..
gimana dia bisa gitu ya?
kalo pingin pipis gmn coba?
pasti mbak milinka lagi ra gawe katok dalam kui....

Comments System

Disqus Shortname

Search This Blog

My Link