Header Ads

30.7.07

Langkah awal jadi Pegolf Profesional

Mendengar olahraga golf, yang ada dibayangan semua orang adalah permainan untuk kalangan mapan. Olahraga mahal yang tidak semua orang bisa merasakan sentuhan pukulan bola untuk bisa masuk ke dalam lubang. Untuk menjadi member golf saja, harus mengeluarkan kocek jutaan rupiah.

Bagi kalangan pemain golf pemula, tidak ada salahnya belajar dahulu di driving range. Atau bisa dengan putt-putt golf. Selain tarifnya murah meriah, pemain juga bisa merasakan trik-trik sederhana dengan pukulan pendek agar bola bisa masuk ke dalam lubangnya. Teknis pukulannya sama dengan golf, hanya stik dan lapangannya saja yang berbeda.

Golf sungguhan bermain di lapangan berumput dengan jarak pukulan jauh, sedangkan putt-putt landasannya terbuat dari karpet hijau. Tidak banyak macam stik yang dipergunakan seperti golf, putt-putt hanya memakai satu stik yang sesuai dengan ukuran badan penggunannya. Dari yang panjang stik 30 sentimeter sampai satu meter. Stiknya juga terbuat dari plastik keras.

Di kawasan Stadion Senayan, putt-putt mudah ditemui. Namanya, Putt-putt Golf & Games. Di tempat itu, telah disediakan lapangan mini golf. Ada dua course, masing-masing sebanyak 18 hole. Tiketnya, untuk kalangan dewasa Rp25 ribu dan anak-anak Rp20 ribu.

Dua course ini, sudah pasti tingkat pemainan dan rintangannya juga berbeda. Course I rintangannya dibuat lebih mudah. Hanya ada dua rintangan yang terpasang di dekat lubang. Landasan karpet juga tidak banyak gelombang. Sedangkan course II, banyak rintangan dengan landasan laju bola yang cukup rumit. Dan setiap hole, sudah disiapkan papan untuk score.

Lapangannya hanya kecil saja. Rata-rata panjang setiap hole hanya lima meter dengan lebar satu meter. Setiap lapangan mini ini, dipagari. Sehingga bola tidak keluar dari hole. Pemain bisa dengan cara lurus atau dipanturkan.

Para pemain tidak dibatasi waktu. Bisa bermain secara individu maupun kelompok. Setiap hole, dengan bebas bisa dipergunakan. “Tidak dibatasi waktu. Jika sudah sampai di hole 18, sudah harus selesai. Pemain diberikan kebebasan,” ujar Rahman, salah seorang petugas setempat.

Setiap hole, tingkat kesulitannya juga dibuat berbeda. Di hole satu, tidak ada rintangan. Pemain harus memukul lurus agar bola bisa masuk lubang. Hole kedua, ada dua rintangan yang tak jauh dari lubang hole dan satu landasan bergelombang. Ada juga landasannya yang berjenjang. Sehingga, pemain harus berupaya mengangkat bola untuk mendekati lubang hole.

“Di sini, pemain berpikir untuk menempatkan posisi bola. Setiap hole, minimal pemain memukul dua kali. Sehingga, harus berpikir agar bola tak jauh dari lubang hole,” ujarnya.

Kesannya memang lebih mengasyikan. Tidak banyak trik yang harus dimiliki pemainnya. Apalagi, harus menguasai kiat khusus memukul seperti pemain golf profesional. Yang diandalkan adalah ketepatan dan ayunan stik agar bola tepat sasaran.

Di putt-putt golf, pemain diperbolehkan berhenti setengah permainan hanya untuk beristirahat sambil menikmati makanan dan minuman. setiap hole dibatasi dengan 5 pukulan maksimum. Dan setiap kelompok untuk masing-masing hole tidak boleh lebih dari empat orang.

Permainan ini kali pertama didirikan di Fayetteville, North Carolina oleh seorang pengusaha sukses di bidang asuransi, Don Clayton. Ia berencana mendirikan sebuah miniatur golf, tempat setiap pemain memukul bola dengan keahliannya, bukan sekadar mengandalkan keberuntungan saja.

Ternyata, ide ini mendapat sambutan positif di seluruh dunia, sehingga Clayton meninggalkan dunia bisnis asuransinya itu, dan beralih menjadi raja golf putt-putt.

Nama putt-putt disematkan dari istilah pukulan golf itu sendiri yaitu putt, namun karena miniatur itu berpar dua yang secara teknik setiap pemain diharapkan dapat memukul dua kali lalu bola masuk ke lubang, maka kata putt itu tadi diulang menjadi dua kali—putt-putt.

Susah-susah gampang, itulah yang terkesan ketika kali pertama mencobanya. Teknik ayunan stik, kelihatannya mudah. Padahal, cukup rumit agar bola melaju sesuai dengan arah ayunan tangan. Apalagi jika hole yang kita temui adalah hole bergelombang. Jika tidak sabar dan ayunan tidak sesuai dengan jarak, maka lari bola bisa tidak beraturan.

Tingkat kesulitan yang paling dirasakan adalah ayunan tangan untuk mengukur jauh pendeknya bola yang akan dipukul. Juga, menempatkan bola di ‘bibir’ ujung stik sebagai pengatur arahnya. Faktor firasat, ternyata juga diperlukan. Sehingga, kita bisa mengenal atau memahami bola yang akan melaju ke lubang hole.

“Kelihatannya sih gampang. Apalagi tidak memerlukan pukulan panjang dan landasan berumput. Tapi, sebenarnya tidak. Kesulitannya juga dirasakan. Makanya, banyak orang menjadikan putt-putt golf untuk memperkenalkan golf kepada anak, juga menjadi tempat wisata,” ujarnya Rahadi, salah seorang pengunjung.

Suasana di putt-putt golf, terasa menyenangkan. Lapangan golf sesungguhnya, identik dengan keteduhan maupun kolam. Begitupun di putt-putt juga dirancang sedemikian rupa dengan suasana yang sama dengan lapangan golf. Suasananya teduh dan ada kolam pemancingannya.

Rahadi kerap membawa anaknya di akhir pekan ke tempat itu. Ia belum berani memekenalkan anaknya bermain golf di lapangan sungguhan. “Hanya sesekali saja saya ajak lihat bermain golf beneran. Kalo udah rada mahir di putt-putt, baru saya ajak main golf beneran,” ujarnya.

“Sebenarnya ada juga sih sekolah golf untuk anak-anak. Tapi biayanya mahal. Mending dilatih dulu memukul pendek di putt-putt golf. Supaya saat sekolah golf sudah tidak perlu waktu lama lagi untuk bisa mahir,” ujarnya.

Walaupun lebih berkesan santai, namun jika digandrungi dengan serius, bisa menjadi pegolf profesional. Siapa tahu di kemudian hari akan lahir Tiger Woods dari Indonesia.

Comments System

Disqus Shortname

Search This Blog

My Link