30.7.07

Koleksi Pembawa Keberuntungan

Mengoleksi batu cincin bukan hal mudah. Hobi yang satu ini bisa dikatakan beda dengan kolektor benda lainnya. Tidak sekadar melihatnya secara kasat mata, tapi ketelitian dan memahami jenisnya. Mulai corak yang tersembunyi sampai keasliannya.

Jika Anda tidak memahami jenis batuan dan coraknya, dikhawatirkan Anda akan memeroleh batuan palsu. Sepintas sama padahal bukan batu alam asli, melainkan batuan palsu. Istilah kolektor: batu suntikan. Corak gambar atau warna yang tergambar di dalam batu dibuat sendiri oleh pedagangnya.

Untuk memahami batu cincin ternyata tidak mudah. Kalau sekadar untuk hiasan jari, yang diperlukan cukup memahami batu asli atau palsu. Tapi, kolektor yang tingkat hobinya lebih tinggi harus mempunyai kemampuan supranatural. Dengan begitu ia tahu, batu cincin ini mengandung kekuatan magis atau tidak.

Penghobi batu cincin sebagian besar kalangan pria. Maklum, batu cincin ini berukuran besar. Tak hanya batunya, cincin pengikat batunya juga besar. Sehingga, kesannnya lebih gagah dan berani.

Di Jakarta Timur misalnya, ada pasar khusus yang menjual batu cincin dan aksesori lainnya. Yakni, di Pasar Rawa Bening. Persisnya di depan Stasiun Kereta Api Jatinegara. Batu yang dipasarkan adalah jenis batu mulia, seperti jamrud, safir, rubi, pirus, giok, berlian dan mata kucing.

Untuk jenis batu akik antara lain batu sulaiman, badar lumut, ati darah, ati ayam, madu, badar susu, pancar warna, kalimaya, dan lain-lain. Batuan jenis ini berasal dari Pacitan, Sukabumi, Lampung, Bogor dan kota lain di Kalimantan.

“Dari luar negeri kita punya batu dari Persia, Srilangka, dan Myanmar, ” ujar Reli, 42 tahun. Pria ini salah seorang pedagang setempat yang membuka kios batu cincin sejak tahun 1976.

Sebelum menjadi pedagang, Reli juga kolektor batu cincin. Ia memiliki batu dari berbagai jenis corak dan warna. Menurut dia, koleksi ini tidak hanya sekadar untuk gagah-gagahan bagi seorang pria. Ia percaya, batu cincin koleksinya punya kekuatan dan daya pikat. Ada yang berkhasiat untuk memperlancar rezeki, menaklukan musuh, dan mencari jodoh.

“Kalau orang sudah pintar tentang batu cincin, dipegang saja ia sudah tahu ada apa ‘di balik’nya, dan apa keampuhannya. Pedagang juga tahu tujuan pembeli mencari batu cincin,” ujarnya.

Harga yang ditawarkan Reli kepada calon pembeli bervariasi. Tergantung jenis, keindahan warna dan corak yang muncul pada batu tersebut. Untuk batu akik misalnya, jenis batu garut ia jual seharga Rp1 juta hingga Rp10 juta.

Untuk batu mulia, jenis batu pirus dari Persia, ia jual dengan harga relatif rendah, yaitu Rp300 ribu. “Tapi kadang saya juga menjualnya dengan harga ratusan juta rupiah, tergantung keindahannya. Dan saya juga menjualnya lengkap dengan cincin atau tanpa cincin,” ujarnya.

Mengenai keaslian sebuah batu, Reli mengemukakan, butuh pengalaman yang cukup. Kalau tidak, dengan mudah seorang pembeli akan tertipu. Karena, di antara banyak jenis bebatuan, ada yang murni batu alam, ada pula batu buatan.

Selain menjual batu perhiasan, Pasar Rawa Bening juga menjual batu perhiasan yang masih bongkahan. Untuk memecah batu bongkahan itu, pembeli bisa mendatangi beberapa orang yang biasa melayani jasa memotong, menggosok dan memoles batu alam. Mereka berada di belakang pasar. Harga jasa gosok dan memoles sekitar Rp15 ribu.

Bukan saja itu. Di pasar ini juga dijual berbagai ikatan (cincin). Biasanya terbuat dari perak, baja putih, dan stainless steel. Motifnya pun berbeda-beda, antara lain; gigi bajing, jepit diamond sirkon, dan sisik naga.

Hendriawan (32), salah seorang pengunjung Pasar Rawa Bening mengatakan, kedatangannya ke pasar ini untuk mencari batu yang belum ada dalam koleksinya. Hendri mengaku bahwa ia punya hobi mengumpulkan berbagai jenis batu sejak berumur 24 tahun.

“Waktu itu ayah saya yang memperkenalkannya. Ayah saya bilang bahwa batu-batu tersebut bisa membawa rezeki,” ujar Hendri.

Menurutnya, batu yang dikumpulkan itu harganya sangat mahal. Bahkan ada yang mencapai ratusan juta rupiah. Kadang ia menghubungi teman sesama kolektor batu cincin untuk saling tukar menukar batu. “Kalau teman saya suka pada batu saya, saya tukar tambah dengan batu yang ia miliki,” ujarnya.

7 comments:

Anonymous said...

Pak, trimakasih. Artikelnya menarik. Kebetulan saya orang awam mengenai bebatuan ini, tapi sangat tertarik untuk mengetahui trutama cara praktis menilai sebuah batu asli ato aspal. Soalnya saya lagi suka ngoleksi cincin batu untuk hiasan jari. Klo bapak berkenan dan punya tips sudilah kiranya di share.
Salam kenal,

Roy
===

naf said...

Saya punya beberapa koleksi batu akik yang ingin saya jual, dengan karakter yg unik, salah satu batu akik yang saya punya bercorak PEMANDANGAN SENJA DI TEPI DANAU,
Kalau mungkin bapak tertarik dan berminat untuk membeli/ mengoleksi / batu2 akik yang saya miliki bisa menghubungi

Dina Puspita 024 70353384 / 087832140252 / 08562737645

Trimakasih.

riz said...

saya hanya py dua buah batu cincin/akik
1.orang sebut dg virus merah.
2.saya tidak dan belum tau namanya smpai sekarang, bs tlg dibantu apa sebenarnya nama cincin saya ini:
BENING, ADA PERSIS WAJAH DIDLMNYA AD MATA,HIDUNG,BIBIR DAN RAMBUTNYA PANJANG LURUS KEATAS, ADA TANGANNYA SEPERTI OR SEDANG TAHIYAT DLM SOLAT, DAN ADA DUA SAYAP DIBELAKANGNYA SEPERTI BURUNG,.
ADA YG TAUKAH?? JIKA ADA YG MINAT MELIHAT/KOLEKSI SILAHKAN TELP : 02168978229/085710917510, wassalam

Anonymous said...

Saya punya sepasang batu alam yg sangat unik dan langka, batu yg satu pada bagian depannya berlafazd Allah, dan pada bagian belakangnya berlafazd Muhammad (dlm bhs Arab), sedang yg satunya polos.....bagi yg tertarik bisa hubungi saya di 087814391060

Anonymous said...

sy punya batu kecubung kalimantan dipermukaan nya spt ada kapas membentuk wajah perempuan&pd bagian rambut kerlip2 spt kristal,sy ga ngerti batu,klo ada yg ngerti email sy = deden.amzah@yahoo.com

Rohim said...

Info yang bermanfaat buat saya. Terima kasih

Igen Aja said...

salam kenal semuanya ya juga tuk TS pemilik blog .. tulisannya oke banget .. saya searching di google masih jarang artikel batu mulia / permata .. kebetulan lagi cari jasa gosok batu yang bisa datang ke rumah dan dikerjakan langsung .. (yah kalau ada yg minat sekalian deh hehe.. numpang bandwidth ya om TS :d )

tapi saya gak tahan juga mau ikut nimbrung diskusi disini .. seperti @naf yang punya *** batu akik yang bercorak PEMANDANGAN SENJA DI TEPI DANAU ***

batu akik di Indonesia juga banyak yang bagus .. mungkin bisa lebih bagus lagi .. sayangnya belum ada management dari pemerintah untuk atur kekayaan gemologi supaya gak rusak alam (apa udah ada ya .. manggap yak pemerintah .. maklum ane orang awam :D ))

Memang selama ini, kecuali penemuan batu quartz di pulau jawa yang baru bisa di katakan sebagai Permata atau Batu Mulia.

Karena definisi batu mulia / permata itu : Kristal, Warna dan Kekuatan Warna, Kilauan, Kebeningan .. dan termasuk Kualitas Potongan.

Sedangkan batu akik Indonesia sepertinya masih lebih banyak di nilai dari KEUNIKAN. Ini yang harus mulai di explore bersama dan kompakan kita promosi ke luar negri... moga2 dengan cara ini bisa agak kasih persepsi "membosankan" tentang Permata.

Pemerintah cukup gelontorkan 25M untuk mulai explore tapi jumlah itu gak akan cukup kalau di hambur2in ya ;) ..target 2 tahun produksi 1 juta batu yang di jual dari Rp. 25rb .. tergantung KEUNIKAN dan tentunya Keindahannya juga .. ditahun ke 3 baru deh tarikin pajak yang udah di bantu sama pemerintah dengan dana awal 25M itu ..

ya ini sih sekedar ide pikiran numpang lewat emang .. mungkin gak ada salahnya di pikirkan bersama .. paling enggak sama pemerintah ..

jadi politik nih lama2 .. *cape

trims TS artikelnya dan semua yang udah baca dan diskusi disni ..

Salam,
RI








My Link

Search This Blog

Loading...