Header Ads

24.5.07

Bromocorah

“Aku kehilangan ayah kandungku, saat aku berusia 12 tahun dan aku tahu bagaimana rasanya dibesarkan oleh serangkaian kebohongan dan kesunyian. Putriku, saat ini kau pasti terlalu muda untuk mengerti satu kata pun yang kutulis, tetapi sejarah ini kupersembahkan untukmu dan tiada sebuah dusta pun di dalamnya. Jika aku berdusta, biarlah aku kelak terbakar di neraka.”

Itulah surat Kelly Gang yang ditulis untuk anak perempuannya di serakan tissue saat melarikan diri. Kelly Gang adalah seorang bromocorah paling dikejar oleh polisi Australia. Dia adalah musuh pemerintah tapi sahabat bagi rakyat jelata.

Kelly Gang hidup dikelilingi kebohongan. Selalu sunyi. Berjalan sendiri untuk mencari kehidupan. Dia memberontak. Marah. Dan akhirnya merampok untuk menghidupi orang miskin yang sering ditemuinya. Ia ingin menegaskan kebenaran, tapi ia selalu berada pada posisi konflik dengan dirinya sendiri.

Itulah masa lalu di negeri Australia. Negeri yang mungkin sama dengan Indonesia pada masa kini. Korupsi masih menggerogoti. Kehidupan si miskin dan kaya berlangsung timpang. Semuanya serba awut-awutan. Beras dirampok. Uang kotor dibagi-bagi pejabat. Kereta anjrok. Pesawat nyungsep. Banjir seperti tak pernah usai. Kemiskinan dan pengangguran, menjadi bumerang yang menaikkan angka kejahatan.

Lebih ironis lagi, beberapa wakil rakyat, maupun pejabat daerah dan pusat, berebutan mencari keuntungan pribadi. Sementara dalam keseharian mereka selalu berdalih atas nama rakyat miskin, atau untuk mengurangi angka pengangguran. Ditambah kebohongan-kebohongan lainnya. Dan alasan pamungkas yang selalu dikemukakan: ATAS NAMA NEGARA.

Ya, atas nama negara. Uang hasil korupsi seakan menjadi halal. Saking halalnya, uang hasil korupsi dengan mudah masuk ke rekening pemerintah. Begitu lancar dan mudahnya arus transaksi. Pelakunya seakan lupa bahwa negara sedang dibebani banyak utang.

Saya teringat seorang kawan di Makassar, Sulawesi Selatan. Namanya Hasbi. Sosok lelaki yang dulu dikenal dengan konsep anti kemapanan dan selalu bicara lantang jika melihat kemiskinan. Ia akan lebih marah lagi, ketika dia memergoki korupsi dan pola-pola pemerintahan diktatorial.

Sebelas tahun lalu, ketika negeri ini masih di bawah pemerintahan Soeharto, dia mengatakan, Indonesia tidak akan pernah menjadi negara demokrasi kalau belum disentuh hukum. Juga, negeri ini tidak mungkin memperkerjakan orang miskin, jika lapangan kerja hanya untuk orang yang berduit.

“Di masa mendatang, Indonesia memang akan maju. Gedung-gedung menjulang tinggi. Tetapi, orang miskin tetap tidak punya banyak pilihan. Paling tinggi akan menjadi mandor kuli bangunan, dan yang paling banyak menjadi buruh. Sementara, aku ingin menjadi penjahat, tapi sahabat bagi rakyat.”

Dia tidak mengatakan atas nama negara. “Atas nama rakyat,” ujarnya. Walaupun tak punya uang, bertemu dengan buruh menjadi kehidupannya. Dia sendiri, berjalan atas nama mahasiswa, rakyat dan orang kere.

Ketika rezim Soeharto runtuh, suara Hasbi tak terdengar lagi. Dia lebih banyak berdiam diri. Duduk merenung dengan pikiran hampa. Bahkan ia tak lagi bisa ingat kawan dan sahabatnya. Ia stres. Ia belum sempat menikmati masa reformasi. Hingga kini, hari-harinya diwarnai oleh kebisuannya sendiri.

“Dulu dia lelah memikirkan banyak orang. Sedang dirinya sendiri tak pernah diurusnya. Kuliah nyaris drop out. Status tetap kere. Dan kini ia hanya melamun dengan ingatan yang belum normal,” kata teman saya tentang kabar terakhirnya.

Jika ada waktu bertemu kembali, saya ingin sekali mengatakan bahwa negeri ini juga masih belum normal. Sama dengan dirinya yang melamun setiap hari. Saya akan memberikan kabar, Presiden Indonesia sekarang adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Dan Wakil Presiden-nya, Jusuf Kalla. Orang Bugis-Makassar yang pernah dielu-elukannya.

Saya juga akan mengatakan, Indonesia sedang banyak bencana. Munir sang penegak HAM, sudah tewas. Ada menteri yang membantu mencairkan uang anak seorang mantan pejabat. Banyak LSM ikut mencuri uang rakyat. SBY dan Jusuf Kalla sedang sibuk bekerja untuk rakyat. Dan banyak lagi yang ingin saya sampaikan.

Mungkinkah kawan ini akan tersadar dari lamunannya. Atau seperti yang pernah disampaikan Kelly Gang, sang bromocorah Australia itu. Ketika melangkah ke bangku gantungan di penjara Melbourne, ia menyimpulkan lirih. “Beginilah hidup.”

7 comments:

Marcel said...

saya ingin tanya... cari arti kata bromocorah di google atau wiki ga dapet dapet neh... penasaran aja :D

Makasi ya

bendhotzz said...

kata temenku sih bromocorah tuh kayk robin hood... kumpulin duit lewat kegiatan illegal(kata hukumsi) terus dibagikan bwt rakyat jelata...
oia dengerin lahu Iwan fals ama KPJ kalo gak salah... judulnya "senandung istri bromocorah"

rio zone said...

bromocorah, hmm.. satu kata yang mungkin baru kita jumpai, hmm.. klo menurut aku bromocorah itu satu sebutan untuk seorang atau kelompok yang bosan dengan kegilaan/ketidak adilan yang dirasakan dalam suatu keadaan, mereka coba merubah semua dengan cara yang bisa mereka lakukan.
tujuannya seh untuk memperbaiki keadaan disekitar mereka, terutama utuk yang mereka anggap layak untuk mendapatkan perubahan itu.
tapi yang jadi pertanyaan sekarang apa bromocorah yang dulu masih bertahan atau ada sampai sekarang ?? jika ada apa artinya masih sama dengan bromocorah yang dulu, apa artinya udah berubah jadi sekelompok orang yang mencoba memupuk atau merubah semua dengan maksud merubah untuk memperpuas diri ???
mungkin kita ini saat dimana kita mulai mencari makna yang sesungguhnya dari "BROMOCORAH"

Rusman said...

Soal bromocorah, mungkin saat ini sulit untuk kita temukan. Ia sudah menjadi materialis. Kecuali memendamnya secara diam-diam. Tapi, khawatir menjadi gila.

caeressha said...

bromocorah itu asal kata dari bramacora. Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bramacora artinya 1. orang yg melakukan pengulangan tindak pidana; residivis; (n Huk) 2. penjahat yg sehari-harinya bergaul dng masyarakat, tetapi pd suatu saat tidak segan-segan melakukan kejahatan, spt merampok (n Huk)

caeressha said...

bromocorah itu asal kata dari bramacora. Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bramacora artinya 1. orang yg melakukan pengulangan tindak pidana; residivis; (n Huk) 2. penjahat yg sehari-harinya bergaul dng masyarakat, tetapi pd suatu saat tidak segan-segan melakukan kejahatan, spt merampok (n Huk)

Anonymous said...

Bukannya Bromocorah itu orang yg terlibat tindakan pidana *CMIIW

Comments System

Disqus Shortname

Search This Blog

My Link